Bulan Kasih Sayang

Puasa merupakan sebuah bentuk kasih sayang Allah kepada hambanNYA, begitulah yang disampaikan oleh khotib jum'at siang hari tadi. Dalam khutbah singkatnya, sang khotib mengatakan bahwa kewajiban berpuasa sesungguhnya bukan merupakan sebuah ujian dari Allah kepada umat Islam, sebaliknya puasa merupakan sebuah tanda bahwa Allah sangat sayang kepada hambaNYA yang beriman dan bertaqwa. Oleh sebab itulah akhirnya orang-orang mukmin diwajibakan untuk berpuasa.


Sebagian umat Islam selama ini memang salah dalam mengartikan kehadiran bulan ramadhan, sebagian ada yang menyambutnya dengan suka cita, sebagian lagi ada yang menyambutnya dengan biasa saja, dan ada sebagian lagi yang menyambutnya dengan kecewa. Golongan pertama, yang menyambut bulan ramadhan dengan suka cita adalah golongan orang-orang mukmin yang telah memahami bahwa ramadhan adalah bulan kasih sayang, dimana pada bulan inilah Allah melimpahkan kasih dan sayangnya kepada mereka yang menjalankan puasa dengan imanan wahtisaban. 

Oleh sebab itulah, orang Islam yang semacam ini di akhir ramadhan bukan senang melainkan akam menetaskan air matanya karena merasa rugi akan ditinggal oleh bulan yang penuh berkah dan kemuliaan ini. Orang-orang Islam semacam ini pula yang menghabiskan waktunya untuk berdzikir kepada Allah dalam segala aktifitasnya. Bukan hanya itu saja, mereka juga gemar beribadah dan beramal saleh karena tahu akan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah setiap kali melakukan amal kebajikan di bulan ramadhan ini.
Gambar pinjem disini

Golongan kedua adalah golongan yang menyambut datangnya bulan ramadhan dengan biasa saja. Orang semacam ini biasanya akan melakukan ritual ramadhan tanpa semangat dan hanya untuk memehuni kewajiban semata. Mereka menganggap bahwa bulan ramadhan hanyalah bulan biasa seperti bulan-bulan lainnya, yang membedakan hanya ketika ramadhan meraka tidak makan dan minum siang hari, dan malam harinya harus tarawih. Golongan kedua ini biasanya juga bermalas-malasan dalam menjalankan sunnah-sunnah ramadhan baik itu berupa ibadah maupun amal saleh.

Golongan ketika merupakan golongan orang yang biasanya kecewa dengan datangnya bulan Ramadhan. Orang-orang semacam ini biasanya selalu negative thingking ketika ramdhan tiba, semisal orang yang punya usaha warung makan, mereka merasa rugi karena tidak bisa berdagang saat siang hari. Selain itu banyak contoh lainnya orang-orang yang merasa rugi akan datangnya bulan penuh berkah ini. Selain itu biasanya orang-orang semacam ini juga sangat bermalas-masalan menjalankan berbagai ibadah dan juga amal salah selama ramadhan. 

Dari golongan kedua dan ketiga inilah yang biasanya tidak paham hakekat datangnya bulan ramadhan, jika mereka paham maka tentu akan merasa rugi tidak menyambut dan mengisi ramadhan dengan kebajikan dan ibadah. Mereka biasanya juga kurang memahami bahwa sesungguhnya ramadhan adalah bulan kasih sayang Allah kepada hambanya, karena pada bulan inilah Allah benar-benar mencurahkan berbagai kasih dan sayangNYA kepada hambanya. Sehingga sangat merugilah bagi mereka yang hanya mengganggap ramadhan sebagai bulan biasa, apalagi tidak menghormati kehadirannya.

Post a Comment