Tentang Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM)

Ini merupakan tanggapan pribadi soal dana kompensasi kenaikan harga BBM yang katanya diperuntukkan bagi warga miskin. Karena setelah resmi disetujuinya APBN-P 2013, maka secara otomatis pula kenaikan harga BBM sebentar lagi akan berlaku. Untuk menanggulangi terjadinya kepanikan yang katanya akan melanda sebagian besar masyarakat miskin di Indonesia, maka pemerintah dengan dalih meringankan beban warga miskin akhirnya membuat program yang diberi nama BLSM (Bantuang Langsung Sementara Masyarakat).

Jika disuruh untuk memilih setuju atau tidak setuju dengan program tersebut, sejujurnya aku sangat tidak setuju dengan program BLSM tersebut. Secara logika saat ini, kenaikan harga BBM berdampak pada naiknya hampir semua kebutuhan pokok masyrakat dan juga kebutuhan yang lainnya, sedangkan bantuan yang diberikan kepada setiap kepala keluarga yang miskin adalah 150 ribu/bulan. Hal itu berlaku hanya 4 bulan, bayangkan saja 4 bulan rakyat miskin disuap dengan 300ribu supaya menerima kenaikan harga BBM. 
 
Gambar
Tentang BLSM ini, saya pribadi lebih sependapat dengan Pakde Jokowi Gubernur DKI, beliau bukan menolak tetapi tidak setuju dengan   dana kompensasi tersebut. Alangkah baiknya jika dan tersebut dipakai dalam bentuk pengembangan usaha, yang pada intinya adalah suapaya masyarakat diberdayakan, bukan malah diajari sebagai peminta-minta. Hal tersebut tentu sangat tidak efektif, karena edukasinya tidak masuk, sementara itu jika dana tersebut digunakan untuk membantu atau membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang miskin maka akan lebih baik dan bermanfaat dalam jangka panjang.

Padahal kalau kita mau jujur, orang-orang yang berada di pemerintahan adalah orang-orang pandai, tentu sudah mengerti bahwa memberikan bantuan berupa uang kepada orang miskin tentu hanya akan membuat mereka semakin terpuruk karena tidak bisa mandiri. Lagi pula uang sebesar 150/bulan dengan semua harga kebutuhan pokok meningkat tentu tidak bisa digunakan secara maksimal. Lain halnya jika dana kompensasi tersebut digunakan sebagai modal untuk mendirikan usaha yang diperuntukkan buat masyarakat pasti akan lebih bermanfaat.

Jika bisa untuk dirubah, aku lebih ingin bahwa BBM tidak naik, karena kenaikan BBM yang bagi pemerintah akan menstabilkan perekonomian bangsa ini adalah merupakan kiamat bagi rakyat miskin. Semoga pemerintah mau berpikir lebih bijak dalma hal ini, karena jika dilihat semua ini lebih kental nuansa politiknya. 

2 komentar:

  1. di desa dimana saya tinggal, sepertinya belum ada warga yang menerima kartu penerima BLSM. bahkan menurut berita di Jakarta sudah ... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayake yang di desa-desa ura dikasih mas, diapusi ma orang duwuran..

      Hapus