Pro Kontra Jilbab Bagi Polwan

Akhir-akhir ini isu seputar pemakaian Jilbab di tubuh kepolisian indonesia semakin melebar, sebagian besar masayarakay menyayangkan sikap pimpinan Polri yang dengan tegas menyatakan bahwa polwan tidak boleh memakai jilbab. Bahkan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna mengatakan bahwa polwan tidak diperkenankan mengenakan jilbab, jika tetap tidak patuh maka konsekuensinya adalah harus keluar dari Polri.


Apa yang dikatakan oleh Komjen Nanan jelas menuai pro kontra di tengah-tengah masyarakat, apalagi bagi Komnas perempuan. Polri dianggap telah melanggar hak asasi manusia karena telah melakukan pelarangan terhadap pemakaian jilbab pada perempuan dan berprofesi sebagai seorang Polwan. Bukan itu saja, pemakaian jilbab bagi Polwan seharusnya tidak usah dilarang asalkan tidak mengganggu aktifitas yang dilakukan oleh Polwan.
Cantik Polwan di Luar Negeri Berjilbab

Jika kita melihat apa yang telah berlaku di Nanggroe Aceh Darussalam hendaknya bisa dijadikan sebuah cermin, bahwa pemakaian Jilbab pada Polisi wanita di sana juga tidak mengurangi kinerja dan tanggungjawab bagi yang memakai jilbab tersebut. Bukan hanya di Aceh yang memang notabenenya memang daerah yang menggunakan syariat Islam, di beberapa negara yang mayoritas warganya adalah non-Muslim seperti di Hungaria, Swedia, Inggris, Denmark, Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat (AS), polisi dan Tentara Wanita Muslimah diperbolehkan mengenakan jilbab saat bertugas. 

 Jika di negara Eropa yang notabenenya adalah negara dengan jumlah muslimnya minoritas  saja memperbolehkan polwan muslimah memakai jilbab, mengapa Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim malah melarang polwan memakai jilbab. Tooh pemakaian jilbab juga bisa disesuaikan dengan model pakaian polri, dan selama itu tidak mengganggu tugas-tugas polwan seharusnya malah didukung bukan dilarang. Bagi wanita muslim hal tersebut juga bagian dari upaya menjalankan ajaran agama yaitu menutup aurat bagi perempuan.
Polwan Kamila Juga Cantik Memakai Jilbab

Persoalan pemakaian jilbab bagi polwan di lingkungan Polri memang menjadi perdebatan, namun yang jelas persoalan ini seharusnya tidak menjadi sebuah masalah yang bisa membuat citra Polri semakin terpuruk. Apalagi dalam aturan polri juga tidak ada larangan bagi polwan yang memakai Jilbab. Bukan bermaksud melakukan pembelaan, akan tetapi dizaman modern ini persoalan jilbab seharusnya disikapi dengan bijak apalagi pakaian muslimah saat ini banyak sekali modelnya dan bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman. Apalagi pemakaian jilbab bertujuan sangat baik, bukan hanya untuk menutup aurat perempuan tetapi juga semakin mempercantik perempuan pemakainya.

4 komentar:

  1. Kayaknya kurang kerjaan aja pak Kapolri mas, atau mungkin lebih baik polwan pakai rok mini saja ya?

    sepanjang tidak mengganggu kenapa meski dilarang, wong itu kaitannya dengan sesuatu yang asasi yakni menjalankan perintah agama. jadi heran deh orang pinter kok malah keblinger

    BalasHapus
  2. betul saya setuju pendapat Ladangduters, asalkan tidak menggangu pekerjaan saya setuju saja polwan memakai jilbab, itu juga termasuk perintah di dalam agama bahwa perempuan di wajibkan memakai jilbab,

    BalasHapus
  3. setuju saja....

    apalagi wanita dalam agama islam di wajibkan memakai jilbab,
    mungkin wanita yang non muslim, tidak memakai jilbab tdk apa2,,,
    dalam kenyataan pun, asal tidak mengganggu dalam proses bertugas .

    BalasHapus
  4. selagi itu tidak menghambat kinerja mereka ngapain di halang-halangi

    BalasHapus