Fenomena Mucikari Cilik

Beberapa hari ini baik di media cetak maupun media eletronik lagi gencar-gencarnya memberitakan tentang rencana kenaikan harga BBM dan pecahnya kongsi koalisi di pemerintahan yang berdampak pada renana pendepakan PKS dari koalisi. Namun dibalik berita tersebut, ternyata ada berita yang lebih menghebohkan lagi yaitu tertangkapnya seoarang mucikari yang ternyata masih berstatus pelajar SMP. Kasus tersebut jelas membuat gempar masyarakat Indonesia.


Kita memang tidak bisa memungkiri bahwa kehidupan bebas telah menjangkiti generasi muda di negeri ini. Salah satu kehidupan bebas yang sangat meresahkan adalah adanya seks bebas dikalangan pelajar, dan salah satunya adalah dalam bentuk prostitusi. Hal tersebut tentu saja diluar dugaan kebanyakan orang dimana pelajar SMP berani mengambil keputusan untuk berprofesi sebagai mucikari (germo). Semua itu tentu saja sangat disayangkan, seharusnya diusia mereka harus rajin-rajib belajar bukan malah menjerumuskan orang lain terutama teman sendiri ke dalam jurang kemaksiatan.
Gambar

Apapun alasannya, menjadi seorang mucikari jelas tidak dibenarkan apalagi status mereka adalah sebagai pelajar SMP. Boleh dibilang masih sangat hijau mengenal dunia seperti itu, atau kalah boleh dibilang tidak seharusnya mereka mengenal hal tersebut. Bagaimanapun juga masa depan mereka harusnya lebih cerah dengan cara belajar yang rajin serta melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun untuk orang lain.

Dalam pemberitaan yang beredar dijelaskan bahwa mucikari cilik tersebut awalnya merupakan korban human traffiking yang kemudian beralih menjadi pelaku. Disisi lain salah satu alasan yang paling konvensional tentu saja soal ekonomi. Mereka ingin hidup enak dengan cara instan, maka akhirnya mereka memilih cara untuk menjual kehormatan mereka demi mendapatkan rupiah yang besar dan untuk mendapatkan kesenangan yang sifatnya sementara. 

Apapun alasannya, apa yang dilakukan oleh salah satu pelajar di salah satu kota di Jawa Timur dengan menjadi mucikari serta menjual teman-temannya bahkan menjual kakak kandungnya sendiri merupakan perbuatan yang sangat tercela. Status sebagai seorang pelajar jelas semakin menambah embel-embel yang sangat buruk bagi pelaku. Karena disamping telah membuat rugi orang lain, apa yang dilakukan jelas sangat mencoreng dunia pendidikan nasional pada umumnya.

Oleh sebab itulah dukungan serta kontrol dari keluarga terutama orang tua, pihak sekolah  dalam hal ini para guru serta masyarakat luas sangat penting untuk membendung kejadian seperti ini. Dalam hal ini, anak-anak yang masih dalam usia belajar harus diajarkan hal baik dan buruk serta dampaknya untuk masa depan mereka. Sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar